Perempuan Tangguh

Nama:Yuliana L Parit (23106072)
Kelas : PBSI 2023B 

Di sebuah rumah kecil di pertigaan jalan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Nekang, Langke Rembong, terdengar suara riuh kendaraan lalu lalang setiap hari. Di sinilah ibu Margaretha tinggal - meski bersama sang suami, tapi ia tidak bergantug.

Setiap pagi ia bangun jam 05.00, kemudian ia bersiap-siap untuk memanaskan makanan babi, karena terdengar suara khas: bunyi babi yang lapar dari kandang di belakang rumah, "tandanya mereka waktunya makan", kata ibu Margaretha sambil membawah ember berisi nasi sisa dan daun ubi. 

Ibu Margaretha bukan tipe perempuan yang menunggu pemberian. Ia dan suami mencari masing-masing uang, karena kata beliau "suaminya sangat hemat dan perhitungan masalahnya kebutuhan rumah tangga sangat banyak jadi tidak bisa ia bergantung jika modelnya seperti ini. Dan anak- anaknya sudah memiliki pekerjaan semua , tapi jika menunggu uang dari anak- anak juga sama saja". Katanya tegas.

Di belakang rumahnya, Ibu Margaretha menyulap lahan sempit menjadi kebun kecil. Di kebunnya tumbuh sayur mayur, daun ubi, dan cabai. Semua ia tanam sendri, tanpa pupuk mahal. "Kalau bisa beli sendri, kenapa harus beli?" Katanya sambil mengambil daun untuk di berikan ke babi ".

Dengan menanam sendiri, ia bisa menghemat banyak. Sayur makan sehari-hari tersedia dan pakan babi tidak perlu di beli. Paling ia membeli hanya membeli konsentrat. Selaim memelihara babi ia memutar uang, jika ada yang pinjam ia memberikan beberapa persen untuk keuntungannya, katanya biar sedikit intinya bisa membeli kebutuhan tanpa memakai uang suami".

Ia bukan perempuan yang mengeluh di balik pintu, tapi perempuan tangguh yang bisa berdiri sendiri. Ia merupakan lambang kekuatan sesungguhnya.

Popular posts from this blog

Jalan Terjal, ada Surga yang Tersembunyi